Postingan

BAKPAO

Gambar
pict by: @afeksi.pdf Selain cinta dan kasih yang kau beri Kau juga memberiku bakpao Beberapa waktu lalu Warna putih Isi daging ayam Penuh makna dan filosofis Mengalahkan makna dan filosofi kopi Satu untukmu dan satu kau beri untukku Upah darimu Sebab aku telah menjadi supir pribadimu Atau mungkin lebih dari sekadar supir Semarang, 17 Oktober 2019 Achmad Syamsul

MIMPI PETANI DI NEGERI AGRARIS

Merajut harapan dari setiap bulir padi Yang menghidupi setiap mimpi-mimpi petani Berdikari memajukan negeri sendiri Merawat sepenuh hati dan menunggunya Hingga kuning ranum di gubuk pematang sawah Namun, Aku terkejut melihat kenyataan Dimana sawahmu, pak tani ? Dimana padi-padi itu yang kau banggakan ? Aku ingin bercerita Pada seluruh dunia Suatu dongeng dari negeri agraris Cerita bahwa keindahan dan kekayaan Itu hanyalah fiktif dan tragis Lahan terkikis Petani menangis Dalih investasi Pembangunan dan kesejahteraan Perlahan memberangus kaum tani dengan sadis Pak Tani hilang sawahnya Musuh petani bukan lagi hama gulma Dan si kancil yang suka mencuri timun Aku berpikir bahwa Si Kancil lebih mulia daripada mereka Yang menghabisi lahan pak tani Untuk perut mereka sendiri. Ketika lahan kian tandus Kedaulatan pangan tak terendus Sumber kehidupan semakin krisis Kaum tani semakin mengkis-mengkis Dan semua telah apatis ...

HUJAN SELEPAS BUNYI BEL

Gambar
Berdua di atas sepeda motor sederhana selepas kelas usai Menyusuri jalan pantura Dengan riuhnya lalu-lalang truk dan bus antar kota Sudah menjadi tradisi dan rutinitas setiap hari Panas dan hujan tak menyurutkan tradisi kisah kasih kita Aku ingat dikala hujan tiba-tiba menyerang kita berdua Emperan toko pinggir jalan menjadi tameng hujan Kau memaksaku untuk terus berjalan kala itu Walau aku sadar tak membawa jas hujan Baiklah, kasih Mari kita nikmati bersama air dari Tuhan Yang membasuhi raut wajah dua manusia Yang tengah dirundung asmara Yang kini hanya bisa dikenang, tanpa bisa diulang Terimakasih Tuhan Hujan waktu itu Motor punya bapak Jalan pantura Dan dia yang selalu aku bonceng usai bunyi bel Aku ingin mengulanginya kembali Sungguh property of @afeksi.pdf Achmad Syamsul Semarang, 12 Oktober 2019

Hari Tani Nasional

Gambar
September 2019 Bertepatan dengan Hari Tani Nasional, juga keresahan dan kesedihan atas berbagai rentetan peristiwa konflik agraria yang banyak terjadi, berbagai peristiwa perampasan lahan hingga tindakan kriminaslisasi dan represif yang dilakukan oleh oknum aparat kepada petani. Ditambah pula penderitaan rakyat terutama petani, yaitu RUU Pertanahan yang saya lihat bahwa dalam RUU tersebut sangat membebani dan tidak berpihak pada rakyat. Sehingga, berdasarkan latar belakang dan keresahan tersebut. Saya mengungkapkan berbagai rasa yang saya alami melalui karya kecil berupa ilustrasi gambar dan sebuah puisi. Empat Titik Nol dan Petani Aku tak pandai bersajak penuh amarah Ingin langsung hunuskan belati ke hatimu Sore itu dia menemuiku di padang rumput Samping bangunan pabrik kala aku sibuk dengan tali tambang dan arit Sesekali dia memanggil namaku dan menenteng sebuah kabar Kabar bahwa perluasan lahan pabrik semestinya harus mengubur lahan sawahku Sawahku masih hidup dan mengh...

Baca Saja Dulu

Memulai membuka portal dunia luar Mengusap setiap baris surat kabar Beberapa hutan dikabarkan tewas Aku turut berbela sungkawa Sisi lain menerangkan bahwa Beberapa anak sekolah mengambil cuti Karena ilmu yang mereka serap bercampur asap Sisi lain menyebutkan bahwa bandara mulai tutup Sang pilot tidak bisa menyetir jika jarak pandang hanya satu inchi Beberapa memberiku sebuah gambar Bukan lukisan indah nan estetik Namun gambar tumbuhan dan bangkai hewan menghitam Semua warna pudar Sejuknya hijau berubah hitam pekat panas Emosionalku mulai bereaksi Kapan untuk memulihkan kembali kesejukan ini ? Butuh berapa puluh, ratus, ribu tahun lagi Bagiku, bumi adalah ibu Kini kulihat bahwa ibuku telah sekarat Terlalu banyak ekspoitasi bagai pemerkosa Yang menggerogoti dan membakar Isi perut dan suburnya rambut sang ibu Maafkan aku ibu !!! Bagaimana aku bisa hidup jika tanpa kasih sayangmu Kembalilah sehat, ibu Tolong kembalilah sehat Aku ing...